jump to navigation

Pembagian Gaji Akibat Perceraian Bagi PNS Maret 19, 2012

Posted by idayantie in keluarga.
Tags: , , , ,
trackback

DASAR :

A. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990

B. Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 8/SE/1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS sebagaimana diubah dengan Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 48/SE/1990 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS.

URAIAN :

A. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS Jo Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990

Pasal 8 beserta perubahannya berbunyi sebagai berikut :

(1) Apabila perceraian terjadi atas kehendak PNS pria maka ia wajib menyerahkan sebagian gajinya untuk penghidupan bekas istri dan anak-anaknya.

(2) Pembagian gaji sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ialah sepertiga untuk PNS pria yang bersangkutan sepertiga untuk bekas istrinya, dan sepertiga untuk anak atau anak-anaknya.

(3) Apabila dari perkawinan tersebut tidak ada anak, maka bagian gaji yang wajib diserahkan oleh PNS pria kepada bekas istrinya adalah setengah dari gajinya.

(4) Pembagian gaji kepada bekas istri tidak diberikan apabila alasan perceraian disebabkan karena istri berzinah, dan atau istri melakukan kejaman atau penganiayaan berat baik lahir maupun batin terhadap suami dan atau istri menjadi pemabuk, pemadat, dan penjudi yang sukar disembuhkan, dan atau istri telah meninggalkan suami selama 2 tahun berturut turut tanpa izin suami dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya.

(5) Apabila perceraian terjadi atas kehendak istri, maka ia tidak berhak atas bagian penghasilan dari bekas suaminya.

(6) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) tidak berlaku, apabila istri meminta cerai karena di madu, dan atau suami berzinah dan atau suami melakukan kekejaman atau penganiayaan berat baik lahir maupun batin terhadap istri dan atau suami menjadi pemabuk, pemadat, dan penjudi yang sukar disembuhkan, dan atau suami telah meninggalkan istri selama 2 tahun berturut turut tanpa izin istri dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya.

(7) Apabila bekas istri PNS yang bersangkutan kawin lagi, maka haknya atas bagian gaji dari bekas suaminya menjadi hapus terhitung mulai ia kawin lagi.

B. Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 8/SE/1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS Romawi III pada angka :

19. Apabila perceraian terjadi atas kehendak pegawai negeri sipil pria, maka ia wajib menyerahkan sebagian gajinya untuk penghidupan bekas istri dan anak-anaknya, dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Apabila anak mengikuti bekas istri, maka pembagian gaji ditetapkan sebagai berikut :

(1) Sepertiga gaji untuk pegawai negeri sipil pria yang bersangkutan.

(2) Sepertiga gaji untuk bekas istrinya.

(3) Sepertiga gaji untuk anaknya yang diterimakan kepada bekas istrinya.

b. Apabila perkawinan tidak menghasilkan anak, maka gaji di bagi dua, yaitu setengah untuk pegawai negeri sipil pria yang bersangkutan dan setengah untuk bekas istrinya

c. Apabila anak mengikuti pegawai negeri sipil pria yang bersangkutan, maka pembagian gaji ditetapkan sebagai berikut :

(1) Sepertiga gaji untuk pegawai negeri sipil pria yang bersangkutan.

(2) Sepertiga gaji untuk bekas istrinya.

(3) Sepertiga gaji untuk anaknya yang diterimakan pegawai negeri sipil

pria yang bersangkutan.

(4) Apabila sebagian anak mengikuti pegawai negeri sipil yang bersangkutan dan sebagian lagi mengikuti bekas istri , maka sepertiga gaji menjadi hak anak itu dibagi menurut jumlah anak.

Umpamanya :

Seorang pegawai negeri sipil bercerai dengan istrinya. Pada waktu perceraian terjadi mereka mempunyai 3 (tiga) orang anak, yang seorang mengikuti pegawai negeri sipil yang bersangkutan dan yang 2 (dua) orang mengikuti bekas istri, dalam hal demikian maka bagian gaji yang menjadi hak anak itu dibagi sebagai berikut :

1. 1/3 (sepertiga) dari 1/3 (sepertiga) gaji = 1/9 (sepersembilan)gaji diterimakan kepada pegawai negeri sipil yang bersangkutan.

2. 2/3 (duapertiga) dari 1/3 (sepertiga) gaji = 2/9 (duapersembilan) gaji diterimakan kepada bekas istrinya.

20. Hak atas gaji sebagaimana tersebut diatas tidak berlaku apabila perceraian terjadi atas kehendak istri yang bersangkutan, kecuali karena istri yang bersangkutan meminta cerai karena di madu, atau dengan perkataan lain, apabila meminta cerai karena dimadu, maka sesudah perceraian terjadi, bekas istri tersebut berhak atas bagian gaji tersebut.

21. Apabila bekas istri yang bersangkutan kawin lagi, maka pembayaran

bagian gaji itu dihentikan terhitung mulai bulan berikut bekas istri yang

bersangkutan kawin lagi.

22. Apabila bekas istrinya yang bersangkutan kawin lagi, sedang anak ikut

bekas istri tersebut, maka 1/3 (sepertiga) gaji tetap menjadi hak anak

tersebut yang diterimakan kepada bekas istri yang bersangkutan.

23. Apabila pada waktu perceraian, sebagian anak mengikuti pegawai negeri

sipil dan sebagian lagi mengikuti bekas istri dan bekas istri kawin lagi

dan anak tetap mengikutinya, maka bagian gaji yang menjadi hak

anak itu, tetap diterimakan kepada bekas istri.

24. Apabila anak telah berusia 21 (dua puluh satu) tahun, atau 25 (dua

puluh lima) tahun apabila anak masih bersekolah, yang telah/pernah

kawin, atau telah mempunyai penghasilan sendiri, maka pembayaran

bagian gaji untuknya dihentikan.

25. Bagian gaji yang dihentikan pembayarannya sebagai tersebut di atas di

bayarkan kepada pegawai negeri sipil yang bersangkutan.

26. Apabila pegawai negeri sipil pria telah menceraikan istrinya dan kemudian

kawin lagi dengan wanita lain dan kemudian menceraikan lagi, maka

bekas istri tersebut berhak menerima :

a. 1/3 (sepertiga) dari 1/3 (sepertiga) gaji pegawai negeri sipil yang bersangkutan, apabila anak mengikuti pegawai negeri sipil tersebut.

b. 2/3 (duapertiga) dari 1/3 (sepertiga) gaji pegawai negeri sipil yang bersangkutan apabila anak mengikuti bekas istri.

c. Apabila sebagian anak mengikuti pegawai negeri sipil yang bersangkutan dan sebagian anak mengikuti bekas istri, maka 1/3 (sepertiga) dari 1/3 (sepertiga) gaji yang menjadi hak anak itu, dibagi menurut jumlah anak.

27. Pembagian gaji sebagaimana tersebut diatas adalah menjadi kewajiban

masing-masing pejabat yang bersangkutan , atau pejabat lain yang

ditunjuk oleh nya dan yang menandatangani daftar gaji adalah pegawai

negeri sipil yang bersangkutan.

28. Apabila perceraian terjadi atas kehendak bersama suami istri yang

bersangkutan, maka pembagian gaji diatur sebagai berikut :

a. Apabila perkawinan tersebut tidak menghasilkan anak, maka pembagian gaji suami ditetapkan menurut kesepakatan bersama.

b. Dengan tidak mengurangi ketentuan huruf a diatas maka :

(1) Apabila semua anak mengikuti bekas istri, maka

1/3 (sepertiga) gaji pegawai negeri sipil yang bersangkutan

adalah untuk anak yang diterimakan kepada bekas istrinya.

(2) Apabila sebagian anak mengikuti pegawai negeri sipil pria

yang bersangkutan dan sebagian mengikuti bekas istrinya,

maka 1/3 (sepertiga) gaji menjadi hak anak itu dibagi

menurut jumlah anak.

C. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS.

Pasal 16.

Pegawai Negeri Sipil yang menolak melaksanakan ketentuan pembagian gaji

sesuai dengan ketentuan Pasal 8, dijatuhi salah satu hukuman disiplin berat

berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 (sekarang Nomor 53

Tahun 2010) tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

D. Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 48/SE/1990 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS, pada angka :

14. Pegawai negeri sipil yang diwajibkan menyerahkan bagian gajinya untuk penghidupan bekas istri dan anak-anaknya, wajib membuat pernyataan tertulis, menurut contoh sebagaimana tersebut dalam lampiran III.

15. Hak atas bagian gaji untuk bekas istri sebagaimana di maksud dalam angka 13 tidak diberikan, apabila perceraian terjadi karena istri terbukti telah berzina dan atau istri terbukti telah melakukan kekejaman atau penganiayaan berat baik lahir maupun batin terhadap suami dan atau istri menjadi pemabuk, pemadat, dan penjudi yang sukar disembuhkan, dan atau istri telah meninggalkan suami selama 2 tahun berturut turut tanpa izin suami dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya.

16. Meskipun Perceraian terjadi atas kehendak istri yang bersangkutan, haknya atas bagian gaji untuk bekas istri tetap diberikan apabila ternyata alasan istri mengajukan gugatan cerai karena di madu, atau karena suami terbukti telah berzina dan atau suami melakukan kekejaman atau penganiayaan berat baik lahir maupun batin terhadap istri, dan atau suami terbukti telah menjadi pemabuk, pemadat, dan penjudi yang sukar disembuhkan dan atau suami terbukti telah meninggalkan Istri selama 2 tahun berturut-turut tanpa izin istri dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya.

17. Yang dimaksud dengan gaji adalah penghasilan yang diterima oleh suami dan tidak terbatas pada penghasilan suami pada waktu terjadinya perceraian.

18. Bendaharawan gaji wajib menyerahkan secara langsung bagian gaji yang menjadi hak bekas istri dan anak-anaknya sebagai akibat terjadinya perceraian, tanpa lebih dahulu menunggu pengambilan gaji pegawai negeri sipil bekas suami yang telah menceraikannya.

19. Bekas istri dapat mengambil bagian gaji yang menjadi haknya secara langsung dari bendaharawan gaji, atau dengan surat kuasa, atau dapat meminta untuk dikirimkan kepadanya.

About these ads

Komentar»

No comments yet — be the first.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: