jump to navigation

Nasib GTT di Banyuwangi Maret 18, 2010

Posted by idayantie in berita di Banyuwangi.
Tags: , ,
trackback

BANYUWANGI – Seorang guru tidak tetap (GTT) menggelar aksi demo tunggal di depan kantor Pemkab Banyuwangi kemarin. Pendemo bernama Mochammad Kholid, 44, itu menuntut adanya kejelasan status.

Dalam aksinya, Kholid membawa berbagai peralatan seperti tikar, wayang dan beberapa piala. Dia juga membawa perlengkapan salat. Di atas tikar yang digelar di depan Taman Makam Pahlawan Wisma Raga Satria, dia menata beberapa piala dan sertifikat dari para anak didiknya. Ada juga wayang yang ditancapkan di atas batang pohon pisang.

Aksi demo tunggal itu diawali dengan salat duha pada pukul 09.00. Dia melanjutkan aksinya dengan berdoa dan berzikir. Setelah itu, Kholid melanjutkan aksinya dengan berorasi dan diakhiri dengan bermain wayang. Bahkan, Kholid juga sempat mengenakan baju koko dan sarung sebelum salat.

Dia juga menunjukkan bentuk pengabdian para GTT selama ini. GTT juga mampu mendidik siswa berprestasi meski dengan bayaran yang sedikit. “Piala dan sertifikat ini menunjukkan, bahwa GTT pun bisa menciptakan siswa berprestasi,” ujar guru SDN 7 Sumberagung itu.

Dia nekat melakukan aksi demo tunggal, karena merasa usaha para GTT Banyuwangi menuntut peningkatan kesejahteraan tidak direspons oleh Bupati Ratna Ani Lestari. Sebelumnya, dia telah empat kali ikut bergabung dalam aksi demo bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Dia juga ikut seruan mogok mengajar selama lima hari. “Namun, tuntutan kami tidak juga kunjung dikabulkan,” ujar pria yang juga Ketua Forum Tenaga Honorer Sekolah Negeri Indonesia (FTHSNI) ini.

Menurut Kholid, saat ini ada 3.295 GTT dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Banyuwangi yang belum diangkat menjadi pegawai negeri. Dengan demo ini, dia berharap agar Pemkab segera memperhatikan nasib GTT dan PTT. Apalagi, mereka sudah mengabdi cukup lama.

“Saya masih lebih beruntung dibayar Rp 250 per bulan. Ada GTT yang mendapat bayaran Rp 50 ribu per bulan. Paling banyak GTT hanya mendapat Rp 300 ribu,” jelasnya.

Secara terpisah itu, Kepala Sub Bagian Administrasi Umum dan Kepegawaian pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, Dwi Yanto mengatakan, pihaknya akan mengusahakan supaya semua GTT bisa masuk data base tenaga honorer. Sehingga setelah itu, mereka bisa diproses untuk diangkat menjadi PNS.

Namun, proses untuk diangkat menjadi PNS melalui jalur data base honrer itu tidak bisa berjalan cepat. Sehingga untuk langkah awal, pihaknya akan mengupayakan turunnya SK bagi GTT untuk mendapatkan sertifikasi. Apabila lolos sertifikasi, maka akan ada tunjangan sebesar Rp 1,5 juta. “Ini langkah terbaik yang bisa dilaksanakan secepatnya. Tentu saja, kami akan mengusahakan tercapainya kesejahteraan bagi para GTT,” ujar Dwi.
sumber :radar banyuwangi

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: