jump to navigation

Menggenjot Produksi Rokok Lokal di Tengah Fatwa Haram Maret 29, 2010

Posted by idayantie in Pendidikan.
Tags: , ,
trackback

Siapkan Show Room Rokok, Latih Pekerja Pabrik

MUI Pusat dan PP Muhammadiyah telah mengeluarkan fatwa haram, bagi rokok. Sedikit banyak, hal itu berpengaruh terhadap keberadaan industri rokok yang keberadaannya menjamur di Bondowoso. Lalu, bagaimana upaya Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) menyiasati persoalan tersebut?

Eko Saputro, Bondowoso

BEBERAPA tamu pagi itu terlihat memasuki sebuah show room rokok milik Diskoperindag Bondowoso di Jalan Santawi . Di etalase show room tersebut, tampak berbagai merek rokok yang diletakan dalam sebuah lemari kaca. Puluhan merek jenis rokok itu, memang produksi dari para pemilik home industry rokok di Bondowoso. Bahkan, merek rokok itu sudah tidak asing lagi, bagi masyarakat Bondowoso, khusus warga yang punya kebiasaan merokok. Selain itu, tampak pula, jenis jenis tembakau yang sengaja ditaruh dalam lemari kaca yang merupakan bahan untuk pembuatan rokok. “Ini memang ruang pamer,” jelas Kepala Diskoperindag Agus Salam kepada RJ.

Siapapun, kata Agus, bisa masuk ke show room tersebut untuk melihat berbagai jenis dan merek rokok yang diproduksi oleh home industry rokok di Bondowoso. Bahkan, ada 40 buah industri rokok yang ada di Bondowoso dan memproduksi rokok bermerek yang menaruh sample rokoknya di ruang pamer itu.”Tujuannya, agar warga Bondowoso dan sekitarnya, mengenal rokok produksi Bondowoso. Juga, mengenal proses pembuatan rokok, dari bahan mentah (daun tembakau), proses produksi, barang jadi (rokok) hingga memasarkan rokok ke masyarakat,” jelasnya.

Bahkan, bagi warga atau konsumen yang akan memesan rokok dalam jumlah besar, akan dilayani oleh Diskoperindag Bondowoso.” Itu sebagai upaya, untuk menggenjot jumlah prodsuksi rokok. Sekaligus untuk membantu memasarkan rokok rokok produksi, putera daerah Bondowoso,” katanya.

Apalagi, kata Agus, saat ini ada fatwa yang mengharamkan merokok. Tentu saja, hal itu berpengaruh terhadap keberadaan industri rokok di Bondowoso.” Ditambah, persaingan bebas di pasar rokok, sangat keras. Merek rokok terkenal, masih mendominasi pasar di Bondowoso,” katanya.

Oleh sebab itu, kata Agus, jika produksi rokok lokal di Bondowoso tidak dibantu berpromosi oleh Diskoperindag, lama alam akan kolaps juga.”Untuk itulah, kami turun ke lapangan untuk membantu industri rokok untuk meningkatkan kualitas rokok, rendahnya nikotin dan lainnya. Terutama, untuk produksi rokok yang ada dirumah rumah, yang terdapat di Kecamatan Wringin misalnya,” katanya.

Apalagi, kata Agus, dari jumlah industri rokok bermerek dan berbea cukai, sejumlah 40 buah pabrik, saat ini yang benar benar eksis adalah 10 buah pabrik rokok.”Untuk itulah, kami terus membantu mereka, agar eksis memproduksi rokok. Sebab, jika mereka tidak eksis, maka akan berpengaruh terhadap perekonomian warga, terutama petani tembakau,” katanya.

Apalagi, kata Agus, dari industri rokok di Bondowoso yang membeli cukai ke pemerintah pusat cukup besar nilainya. Sehingga, pemerintah pusat memberikan dana sharing cukai ke Bondowoso dengan nilai yang cukup besar.” Untuk tahun 2008, dana cukai yang dikucurkan ke Bondowoso sebanyak Rp 1,7 miliar. Tahun 2009, dana cukai yang diberikan ke Bondowoso sebanyak Rp 8,3 miliar. Dan, dana cukai tahun 2010 yang turun ke Bondowoso sebanyak Rp 8,5 miliar,” katanya.

Oleh sebab itu, kata Agus, pihaknya terus memberikan berbagai macam pelatihan ketrampilan kecakapan hidup, bagi warga sekitar pabrik rokok yang ada di Bondowoso. Juga, kepada pekerja pabrik rokok. Seperti, pelatihan membuat tempe, tahu, dan lainnya.”Sehingga, bila sewaktu waktu, mereka berhenti bekerja dari pabrik rokok, atau ada pabtrik rokok yang bangkrut, mereka sudah bisa bekerja mencari penghasilan. Sebab, mereka sudah dilatih kecakapan hidup,” katanya.(*)
sumber :radar jember

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: