jump to navigation

Unas SMP/MTs Dimulai Hari Ini, Awas Problem Soal Maret 29, 2010

Posted by idayantie in Pendidikan.
Tags: , ,
trackback

SURABAYA – Persoalan pelaksanaan ujian nasional (unas) SMA sederajat, 22-26 Maret, tidak boleh terulang dalam ujian penentu kelulusan SMP/MTs yang dimulai hari ini. Tim Pemantau Independen (TPI) Unas berjanji bersikap tegas dalam ujian yang diikuti 35.438 siswa SMP dan 2.654 siswa madrasah tsanawiyah (MTs) tersebut agar lebih berkualitas.

Ketua Panitia Pelaksana TPI Unas SMP/MTs Jatim Prof Dr Syafsir Akhlus telah menginstruksi seluruh anak buahnya, termasuk yang bertugas di Surabaya, agar lebih menggiatkan frekuensi pemantauan. Hari ini peserta unas SMP mengerjakan ujian bahasa Indonesia. “Saya minta para anggota TPI lebih jeli lagi. Harus sering-sering memelototi ruang ujian. Ada kejanggalan, catat,” katanya kemarin (28/3).

Pria kelahiran Tanjung Pinang, Riau, itu menegaskan bahwa norma prosedur operasional standar (POS) yang dikeluarkan badan standar nasional pendidikan (BSNP) akan terus ditegakkan selama ujian berlangsung.

POS memuat sanksi tegas bagi pelanggar; mulai peserta, guru sekolah, pengawas, hingga percetakan. Siswa yang diketahui membawa handphone dinyatakan tidak lulus dalam ujian hari itu. Demikian pula halnya bila guru atau pengawas yang curang. Misalnya memfasilitasi jawaban ujian kepada siswa, mereka akan dikenai sanksi sesuai dengan PP No 30 Tahun 1980 tentang Kepegawaian. ”Biar ujian lebih tertib. Ini bukan semata-mata untuk menakut-nakuti,” ujarnya.

Dalam ujian SMA lalu, tutur Syafsir, TPI telah melaporkan sejumlah kasus masuknya handphone ke ruang ujian kepada BSNP. Itu terjadi di sejumlah daerah, termasuk Surabaya. Pihaknya tengah menunggu jawaban dari pusat apakah kasus handphone itu memicu dampak sistemik terhadap jawaban siswa lain. Sebab, ada beberapa ponsel yang memuat dugaan jawaban unas.

Apabila jawaban di ponsel tersebut sama dengan jawaban unas, BSNP akan mengambil sikap terhadap pelaksanaan unas di sekolah itu. Salah satunya adalah opsi ujian pengganti. Karena itu, TPI menerapkan standar yang sama dalam ujian SMP hari ini.

Nah, khusus Surabaya, persoalan yang dikhawatirkan terulang dalam ujian SMP/MTs, antara lain, masih ditemukannya siswa membawa handphone ke ruang ujian, pengawasan ruang ujian yang terlalu longgar, kepala sekolah yang mengambil naskah ke polsek terlalu pagi, dan kesalahan teknis pembagian naskah ujian kepada peserta unas, sebagaimana yang terjadi di SMA Lil Wathon dan SMAN 8. “Semua elemen harus berusaha agar kualitas ujian SMP lebih baik,” kata guru besar Kimia ITS itu.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Muchtar berjanji melaksanakan ujian nasional hari ini penuh kejujuran. “Kami sudah sosialisasikan penuh ke semua sekolah sejak jauh hari,” jelas pria yang juga menjabat kepala SMPN 1 Surabaya itu. Dia yakin kualitas pelaksanaan unas SMP lebih baik daripada SMA.

Untuk mencegah masuknya handphone ke ruang ujian, pengawas bersepakat menggeledah satu per satu peserta sebelum masuk ruangan. Satu jam sebelum ujian berlangsung para siswa juga sudah masuk ke ruangan. Pengawas akan memberikan penjelasan aturan main ujian. ” Upaya pencegahan kami berlapis,” katanya.

Hal yang sama diterangkan oleh Kepala MTsN 3 Enik Eri Purwaty. Dia mengungkapkan, 191 siswanya siap melaksanakan unas jujur hari ini. “Kami sudah sosialisasikan ke siswa juga,” ujarnya. Sebagai ketua subrayon 47, Enik juga sudah memastikan bahwa pembagian naskah ujian berbasis nomor peserta. Siswa yang bernomor ganjil mendapatkan soal tipe A, sedangkan genap mendapatkan tipe B. Ini antisipasi persoalan yang terjadi di SMA Lil Wathon, Wonokusumo, pekan lalu. (git/fim/c1/dos)
sumber : http://www.jawapos.co.id

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: