jump to navigation

Kisah Hidup Armond Maulana sebelum Terjun Bebas dari Ketinggian 30 meter April 12, 2010

Posted by idayantie in Pendidikan.
Tags: , ,
trackback

Sempat Berencana Menikah dengan Wanita Australia

Kenekatan Armond Maulana, lelaki bernama kecil Tarmono yang bunuh diri dengan terjun dari puncak papan reklame setinggi 30 meter, benar-benar membuat kaget banyak orang. Tapi siapa sangka jika selama ini pria asal Desa Balung Lor, Kecamatan Tanggul, ini fasih berbahasa Inggris dan seringkali bepergian ke luar negeri. Siapa sejatinya Armond Maulana ini?

BARID ISHOM, Jember

Memasuki sebuah gang di Dusun Kebonsari, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, terlihat sebuah rumah sederhana bercorak cerah terlihat lengang. Di pagar teras rumah terlihat toples kaca yang di dalamnya terdapat serpihan putik bunga suko.

Dari toples itu, orang yang berada di sekitarnya pasti sudah mengira jika pemilik rumah tengah berduka. Itulah rumah kediaman Armond Maulana, 34, pria yang meninggal setelah terjun bebas dari puncak papan reklame setinggi 30 meter di pusat pertokoan Jompo Rabu (7/4) lalu.

“Ini memang rumah Armond. Jenazah Armond sudah dimakamkan. Rencana awal mau kami semayamkan terlebih dahulu. Namun karena kondisinya tidak memungkinkan, akhirnya jenazah langsung kami makamkan,” ungkap Gatot, salah seorang kakak ipar Armond Maulana ketika ditemui RJ usai pemakaman jenazah Armond.

Suasana duka terlihat menghiasi rumah tersebut. Dalam ruang tamu rumah, banyak warga yang duduk bersandar di dinding. “Kami juga tidak tahu kenapa harus secepat ini diambil. Padahal, dia (Armond) sangat kami sayangi,” kata Sri, kakak Armond dengan mata sembab berlinang air mata saat mengenang keberadaan Armond.

Wajar saja jika keluarga mengaku kehilangan dengan kepergian Armond. Semasa hidupnya, Armond tidak pernah menyusahkan keluarga. Dia termasuk anak penurut dan pekerja keras. Dalam pergaulan, Armond juga sangat supel kepada siapa saja yang ditemuinya.

Dituturkan, setelah lulus dari SMKT Balung, Armond sempat menyusul kakak-kakaknya yang tinggal di Jakarta. Meski kakaknya orang berada, Armond memilih hidup mandiri. Dia rela membanting tulang membuka usaha sendiri di Jakarta. Armond kemudian merintis usaha sebuah tempat fitnes. “Awalnya kecil, namun lambat laun menjadi besar,” kata Gatot.

Armond mengelola usaha itu dengan baik. Dia akhirnya berhasil melengkapi alat fitnes dan usahanya semakin maju pesat. Bahkan, dia juga sering jalan-jalan ke luar negeri untuk urusan bisnis yang lain.

Selama di Jakarta, Armond sangat kreatif. Dia tidak sekadar bekerja, namun juga banyak belajar. Bahkan, Armond sempat mendalami penguasaan bahasa Inggris. Ini dilakukan karena dia sering pergi ke luar negeri untuk mengambangkan usahanya. “Adik saya ini sering pergi ke Thailand, Filipina, Malaysia, dan negara lain,” kata Gatot.

Perkembangan tempat fitnes kian hari semakin besar. Armond banyak memiliki keuntungan dari usahanya tersebut. “Saat itu, dia (Armond, Red) sudah bisa membeli mobil dan sepeda motor. Bahkan juga membeli yang lain,” kenangnya. Kehidupan dan usaha Armond terus menanjak.

Selama di Jakarta, Armond sempat bergabung dalam sebuah perusahaan pembuatan sinetron dan film. Bahkan, Armond sempat terlibat dalam pembuatan sinetron kolosal dan sempat ditayangkan di salah satu stasiun televisi.

Tapi apa boleh buat, tak selamanya rezeki lancar dan didapat Armond dengan mudah. Armond sempat kebingungan ketika tempat fitnes tak bisa diperpanjang lagi. Kendati Armond berusaha memperpanjang kontrak, namun si pemilik tidak mengizinkan. Terpaksa, Armond menjual seluruh alat fitnesnya.

Namun Armond tak pantang menyerah dan berusaha mencari terobosan usaha baru. Lantaran di Jakarta belum menemui usaha yang cocok dengannya, dia memutuskan sementara balik ke Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Jember.

Tak lama kemudian, Armond memilih merantau ke Pulau Dewata Bali. Dia beralih profesi sebagai pengusaha manik-manik. Dengan kesupelan dan kreativitas yang dimiliki, dia tak terlalu susah menggeluti usaha tersebut. Apalagi, Armond memiliki kelebihan tersendiri.

Postur tubuh yang kekar dan tinggi menjadi daya tarik tersendiri baginya. Plus ditunjang kemampuan bahasa Inggris yang cukup lancar, membuat Armond mudah berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara.

Armond selama ini terkenal sebagai sosok yang ulet dalam pekerja keras. Dia pandai memoles barang dagangan yang biasa-biasa saja menjadi sebuah karya seni dengan nilai jual tinggi. Dia pun tahu keinginan pasar manik-manik.

“Armond akhirnya pergi ke Bali dan membanting tulang di sana. Dia berpenampilan lain dari yang lain. Sehingga menarik wisatawan asing. Hingga banyak yang membeli produk manik-manik miliknya,” kata Gatot.

Kehidupan Armond menjadi fenomena di Bali. Penampilan yang unik dengan rambut gondrong, ikan pinggang besar dihiasi kalung dari tulang, serta taring babi hutan, telah menjadi ciri khas penampilan Armond. Banyak orang yang simpatik terhadap lelaki ini.

Sampai-sampai, ada wisatawan wanita dari Australia kesengsem dengan Armond Maulana. Hingga akhirnya, keduanya merasa cocok dan sering berkomunikasi. Armond sering mengunjungi rumah wanita ini di Australia. Bahkan, hubungan itu kian spesial dan membuat Armond ingin menikah dengan wanita bule tersebut.

“Dia sempat cerita hubungannya dengan wanita Australia itu. Dia ingin membangun rumah dan menikah ketika usianya sudah mencapai 35 tahun. Tapi sekarang sudah meninggal,” kata Hartatik, kakak Armond lagi.

Padahal, dia sudah mengurus beberapa persyaratan dan untuk keperluan itu sudah menghabiskan uang sebesar Rp 18 juta. Saat hendak berangkat, mendadak Armond dikabarkan meninggal setelah terjun dari ketinggian 30 meter.

Armond juga sempat menceritakan pernah menjalin hubungan dengan wanita asal Indonesia. Wanita itu sempat mengisi relung hati Armond. “Sehingga saat terjun, dia sempat menyebut nama Ninin,” kata Agus, keponakan Armond.

Agus mengungkapkan, sejak kecil Armond akrab dipanggil Tarmono. Seiring perjalanan waktu, namanya diganti menjadi Armond Maulana. “Proses perubahan nama ini pun juga melalui ritual lengkap. Kakek juga memberi ritual jenang merah segala. Sehingga nama itu juga sah,” kata Agus. (*)
sumber : radar jember, 12-04-2010

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: