jump to navigation

178 Siswa Nyantol Unas April 27, 2010

Posted by idayantie in Pendidikan.
Tags: , ,
trackback

Sekolah Kejuruan Dominasi Angka Tidak Lulus

SITUBONDO – Hasil ujian nasional (Unas) tingkat SMA sederajat di Situbondo tampaknya tidak terlalu membanggakan. Betapa tidak, meski berhasil meluluskan ribuan siswa, masih ada siswa yang tertahan karena dinyatakan tidak lulus. Bahkan, jumlahnya mencapai 178 siswa. Mereka berasal dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA). Sementara yang dinyatakan lulus, seluruhnya berjumlah 5.269 siswa.

Sebanyak 178 siswa yang tidak lulus Unas itu didominasi siswa SMK. Dari 1.915 siswa SMK yang menjadi peserta, yang nyantol Unas mencapai 106 siswa atau 5,54 persen. Yang lulus Unas 1.809 atau 94,46 persen. Hasil Unas tersebut mengejutkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Situbondo. “Angka tidak lulus untuk SMK ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, yang hanya 1,83 persen,” kata Kepala Dispendik Situbondo, Aries Marhaento, kemarin.

Data yang dihimpun RaBa menyebutkan, angka ketidaklulusan SMK paling tinggi berasal dari SMKN 1 Suboh. Dari 110 siswa yang mengikuti Unas, yang dinyatakan lulus hanya 34 siswa atau 30,91 persen. Sisanya, 76 siswa, dinyatakan tidak lulus Unas. Berikutnya, SMK Daerah Situbondo yang angka kelulusannya hanya 91,84 persen. Di sekolah tersebut, dari 147 siswa yang mengikuti Unas, 12 siswa dinyatakan tidak lulus. “SMKN 1 Suboh tertinggi tidak lulus. Kami masih melakukan evaluasi. Tentu ke depan akan dilakukan perbaikan,” imbuh Aries.

Meski gigit jari untuk hasil Unas SMK, Dispendik masih bisa tersenyum lega dengan hasil Unas SMA. Untuk SMA, persentase kelulusan mencapai 99,18 persen. Angka itu meningkat dibanding tahun ajaran sebelumnya yang hanya 98 persen. Rinciannya, dari 2196 siswa yang mengikuti Unas, sebanyak 2178 siswa dinyatakan lulus. Untuk 18 siswa yang lain tidak lulus. Bahkan, angka kelulusan 100 persen tahun ini berhasil diperoleh beberapa sekolah, antara lain SMAN 1 Situbondo, SMAN 1 Suboh, SMA Islam Al-Islah Besuki, SMA Islam Besuki, dan SMA Ibrahimy Sukorejo. “Ini cukup membanggakan. Tahun depan kami harap hasil Unas akan lebih baik daripada ini,” timpal Kasi SMA, Agus Hadi P.

Untuk MA, angka kelulusan mencapai 95,96 persen. Persentase itu muncul karena dari 1336 siswa yang mengikuti Unas, hanya 54 siswa yang dinyatakan tidak lulus. Untuk 1282 siswa yang lain berhasil lulus. Menurut Agus Hadi, kelulusan Unas itu belum bisa dijadikan acuan bagi siswa untuk dinyatakan lulus sekolah. Masih ada dua persyaratan lain yang harus dipenuhi siswa, yakni lulus ujian sekolah dan lulus ujian praktik. “Dua ujian terakhir itu adalah kebijakan sekolah. Pihak sekolah yang menilai,” imbuhnya.

Agus mengimbau, bagi siswa yang dinyatakan gagal Unas tahun ini jangan patah semangat. Masih ada kesempatan bagi mereka untuk merengkuh masa depan cerah pasca-SMA sederajat. Oleh karena itu, para siswa yang tidak lulus diminta semangat dan meningkatkan belajar. “Untuk ujian susulan, akan dilaksanakan pada tanggal 10-14 Mei mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu, semarak pengumuman hasil Unas tingkat SMA dan sederajat di Situbondo disambut para siswa dengan aneka ekspresi. Banyak para siswa yang lulus Unas melampiaskan kegembirannya dengan menggelar aksi ugal-ugalan. Corat-coret baju, menggelar konvoi, hingga berpesta minuman keras (miras), adalah di antaranya. Namun, tidak sedikit pula para siswa yang menyalurkan rasa senangnya dengan do’a bersama.

Pantauan RaBa menyebutkan, meski hasil Unas diumumkan serentak pukul 12.00, tapi sejak pagi para siswa sudah banyak melakukan persiapan. Mereka tampak berkumpul di depan sekolah masing-masing. Sekitar pukul 10.00, riak pesta para siswa pun mulai dilakukan. Di beberapa sekolah, aksi corat-coret baju pun sudah terjadi. Selain menyemprotkan aneka warna cat, para siswa juga saling membubuhkan tanda tangan di baju temannya. “Kami tidak sabar menunggu pengumuman. Kami optimis lulus semua, Pak,” teriak Nona, salah satu siswi SMAN di Situbondo.

Puas dengan aksi corat-coret baju, para siswa mulai turun ke jalan. Mereka melakukan konvoi kendaraan. Sekitar pukul 12.00, konvoi makin ramai. Mereka memadati sejumlah ruas jalan raya di Situbondo. Melihat itu, aparat Satuan Lantas Situbondo tak mau kecolongan. Mereka segera memblokir sejumlah jalur menuju kota. Petugas terus menghalau konvoi siswa ke daerah-daerah pinggiran. “Kalau masuk kota bisa memicu kemacetan. Makanya, dari tadi kami memecah rombongan konvoi agar tidak terjadi penumpukan,” ujar Kasatlantas AKP Sapto Siswahyudi yang ikut mengamankan konvoi siswa kemarin.

Rombongan konvoi siswa banyak menuju tempat-tempat wisata, di antaranya Pantai Pathek, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan. Longgarnya penjagaan di lokasi itu membuat para siswa leluasa ugal-ugalan. Ada yang menyuguhkan atraksi free style dengan aneka keterampilannya bersepeda motor. Namun, ada juga yang berpesta miras. Pesta para siswa itu baru berhenti setelah petugas dari Satuan Samapta Polres Situbondo membubarkan mereka. Di lokasi itu, polisi mendapatkan beberapa botol minuman keras.

Tak hanya ugal-ugalan, pengumuman kelulusan juga disambut sebagian siswa dengan do’a bersama. Salah satunya, ditampilkan SMKN 1 Panji dan MA Nurul Huda Paowan, Kecamatan Panarukan. Di dua sekolah itu, siswa yang hendak menerima pengumuman dilarang mengenakan seragam. Para siswa diwajibkan mengenakan busana muslim. Mereka melangsungkan istighotsah di aula masing-masing sekolah. “Idealnya memang begitu. Dari awal kami sudah melakukan antisipasi agar para siswa tidak corat-coret baju,” kata Kepala Dinas Pendidikan Situbondo, Aries Marhaento, kemarin.

Antisipasi tersebut dilakukan dengan cara menghindari berkumpulnya para siswa. Oleh karena itu, banyak sekolah mengemas sistem pengumuman hasil Unas lewat internet. Ada juga yang dilakukan melalui short massages service (SMS), mengundang wali murid, dan sebagainya. Namun, nyatanya antisipasi itu tidak sepenuhnya manjur. Banyak para siswa yang tetap hura-hura merayakan kelulusannya. “Perayaan kelulusan dengan corat-coret baju itu sudah di luar kemampuan kami. Yang jelas, kami sudah mengantisipasi, termasuk berkoordinasi dengan Mapolres Situbondo,” pungkas Aries. (gaz/aif)
sumber : radar banyuwangi, 27 April 2010

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: