jump to navigation

Sudah 4 Bulan , Boker Belum Bayaran April 29, 2010

Posted by idayantie in berita di Banyuwangi.
Tags: , ,
trackback

BANYUWANGI – Nasib honorer atau tenaga borong kerja (boker) di Pemkab Banyuwangi sungguh memprihatinkan. Sudah empat bulan terakhir, mereka ternyata belum bayaran. Selain belum menerima honor, kejelasan status pengangkatan mereka pun masih dipertanyakan.

Seperti yang disampaikan oleh Iwan (bukan nama sebenarnya), seorang tenaga honorer kesehatan. Dia mengakui, selama empat bulan terakhir dia dan rekan-rekan sesama tenaga honorer masih belum menerima honor. Padahal, kebutuhan hidup keluarganya sudah semakin mengimpit. Sehingga, saat ini dia banyak terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Dia menambahkan, honor selalu diterimanya setiap satu bulan sekali tahun lalu. Namun tidak jarang, karena ada sesuatu hal, maka honor tersebut bisa turun dua bulan sekali.

Merasa tidak ada kejelasan akan honornya selama empat bulan ini, maka Iwan kemudian menanyakan kepada atasannya di satuan kerja yang menaunginya. Jawaban yang diterima oleh Iwan, justru sangat mengecewakan.

Menurutnya, honor tersebut belum keluar karena memang anggaran untuk honor tenaga boker sudah habis pada Oktober 2009 lalu. Sehingga seharusnya para tenaga boker, sudah tidak menerima honor sejak November tahun lalu. Namun, pada kenyataannya, Iwan dan rekan-rekannya masih menerima honor hingga Desember 2009 lalu. “Menurut berita yang saya dengar, untuk honor boker pada November dan Desember tahun lalu itu, didapatkan dari dana talangan,” jelasnya.

Ironisnya, status dan masa depan para tenaga honorer ini juga masih belum jelas. Saat ini, para tenaga boker masih sibuk mengurus pemberkasan yang katanya merupakan persyaratan agar mereka bisa diangkat menjadi CPNS.

Sementara itu, Fuadi, seorang tenaga honorer di Pemkab juga mengatakan hal yang sama perihal honor yang belum diterimanya selama empat bulan terakhir, sejak Januari 2010 hingga April 2010. Padahal, selama ini dia selalu mengerjakan tugasnya tanpa absen sama sekali pada hari kerja. Seharusnya, dia juga mendapatkan honor yang telah menjadi haknya setiap bulan.

Fuadi mengakui, tidak ada yang bisa dilakukannya mengenai hal tersebut. Dia telah mencoba untuk menanyakan kepada atasannya, perihal honor yang belum diterima. Namun karena tidak mengetahui solusi dari permasalahan tersebut, atasannya hanya menyuruhnya untuk bersabar. “Boker seperti saya bisanya ya cuma sabar, mau protes pun percuma,” tuturnya.

Oleh karena itu, dengan adanya pemberkasan bagi tenaga honorer, dia mengaku senang. Karena dia berharap mendapatkan perubahan nasib yang lebih baik jika diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). “Ya semoga pemberkasannya benar-benar bisa mengubah nasib dari segi gaji, dan bukan cuma pemberkasan awu-awu,” ujarnya.

Secara terpisah juru bicara Bupati Ratna Ani Lestari, Abdullah mengakui adanya pemberkasan CPNS untuk tenaga honorer pemkab. Mereka yang mengikuti pemberkasan berasal dari semua satuan kerja. ”Ini tidak hanya awu-awu,” ujarnya.

Abdullah menambahkan, honor untuk tenaga boker memang belum cair selama empat bulan terakhir. Hal ini disebabkan oleh belum tuntasnya proses pembuatan SK pembayaran bagi tenaga boker. ”Pembayaran honor akan dilakukan secepatnya setelah SK selesai,” ujarnya.(mg2/bay)
sumber : radar banyuwangi, 29 April 2010

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: