jump to navigation

Andinia May Cahya, Peraih Nilai Tertinggi Unas SMP se-Banyuwangi Mei 8, 2010

Posted by idayantie in berita di Banyuwangi.
Tags: , ,
trackback

Rajin Puasa Senin Kamis dan Salat Tahajud

Nilai Unas tertinggi tingkat SMP diraih Andinia May Cahya, 14. Siswi kelas tiga SMPN I Genteng itu berhasil meraih nilai ujian nasional (NUN) 39,10.

ABDUL AZIZ, Banyuwangi

MERAIH nilai tertinggi se-Banyuwangi tidak membuat Andin berbangga dan sombong. Sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), putri pertama pasangan Slamet Riadi, 42 dan Nur Janah, 42, itu memang langganan juara satu.

Ketika lulus SDN I Genteng tiga tahun silam, warga Desa Genteng Wetan itu juga meraih nilai tertinggi di sekolahnya, yaitu 44. 20. Bukan hanya itu, ketika duduk di bangku kelas V SDN I Genteng, siswi berambut lurus itu sudah sering mendapat juara di bidang non-akademik.

Dia pernah meraih juara I Musyabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) se-Banyuwangi. Dia juga dipercaya mewakili Jawa Timur untuk MTQ di Semarang. ”Hanya saja, ketika itu saya keberatan anak saya ikut ke Semarang. Kasihan, terlalu jauh dan masih kecil,” kata Slamet Riadi ketika mendampingi anaknya di SMPN I Genteng kemarin.

Prestasi yang diraih Andin,–baik akademik maupun non-akademik–ternyata tidak berhenti ketika masih duduk di bangku SD. Saat masuk ke SMPN I Genteng, dia juga sering juara. Ketika mengikuti olimpiade, try out, dan berbagai kegiatan lain, Andin langganan juara. ”Minimal kalau nggak peringkat satu atau dua, dia masuk sepuluh besar,” ujar Alfiano, Wakil Kepala SMPN I Genteng.

Berbeda dengan Andin yang biasa-biasa saja menanggapi prestasi tersebut, pihak sekolah justru terkejut. Mereka tidak menyangka anak didiknya menjadi yang terbaik dalam Unas di Banyuwangi kali ini. ”Kalau juara satu di sekolah, kita tidak terkejut. Namun, juara satu se-Banyuwangi maka kaget. Ini benar-benar patut kita syukuri,” ujar Alfiano.

Apa resep Andin meraih juara? Siswi yang enggan masuk kelas Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) itu ternyata memang rajin belajar. Usai salat Isyak, dia belajar untuk pelajaran esok hari. ”Lama belajarnya tidak tentu. Yang jelas setiap belajar sambil nonton TV,” tuturnya sambil tersenyum.

Khusus menjelang even tertentu, seperti try out, olimpiade, dan Unas, Andin sering menambah jam belajar pada pagi hari usai salat Subuh. Dia juga rajin mengikuti bimbingan belajar yang diselenggarakan sekolah. ”Menjelang Unas, sekolah kan mengadakan bimbel (bimbingan belajar). Saya juga ikut,” ujarnya.

Selain menambah jam belajar, Andin juga melakukan kegiatan ibadah sunah, yaitu puasa Senin dan Kamis, termasuk salat Tahajud. ”Kalau Tahajud dan puasa Senin Kamis-nya, orang tuanya kalah,” kata Harianto.

Usaha Andin itu kembali membuahkan hasil. NUN yang diraih adalah yang terbaik se-Banyuwangi tahun ini. Yang membanggakan lagi, prestasi tersebut dia peroleh sepekan menjelang ulang tahunnya. ”Tanggal 15 Mei 2010, Andin ulang tahun. Jadi, ini (prestasi) kado ulang tahun Andin,” tutur Slamet. (bay)
sumber : radar banyuwangi, 8 mei 2010

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: