jump to navigation

Lolos Tiga Pasang Cabup Mei 13, 2010

Posted by idayantie in berita di Banyuwangi.
Tags: , , ,
trackback

Ratna-Pebdi dan Mulyono-Untung Kandas

BANYUWANGI-Dua pasangan bakal calon bupati (bacabup) Mulyono-Untung Harjito dan Ratna Ani Lestari-Pebdi Arisdiawan, akhirnya secara resmi dinyatakan tidak lolos. Keputusan final Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi itu diumumkan di kantor KPU Jl Agus Salim, kemarin sore (12/5).

Berdasarkan surat ketetapan KPU Banyuwangi nomor 28/BA/V/2010 dinyatakan, hanya tiga pasangan cabup resmi lolos untuk maju dalam pilkada, 14 Juli 2010 nanti. Pasangan calon itu adalah Abdullah Azwar Anas-Yusuf Widyatmoko, Jalal-Yusuf Nuris, dan Emilia Contessa-Achmad Zaenuri Ghazali. Sebelumnya, KPU menggelar rapat pleno untuk menentukan nama-nama calon yang lolos. Rapat berlangsung tertutup. Setelah rapat pleno, perwakilan KPU, yaitu Hary Priyanto, Suherman, Irvan Hidayat, dan Bambang, menggelar konferensi pers pada pukul 17.00.

Ketua Pokja Pendaftaran Cabup KPU, Hary Priyanto mengatakan, gagalnya kedua pasang bacabup tersebut dikarenakan kurangnya syarat dukungan partai politik (parpol) pengusung. Pada pasangan Mulyono-Untung, masalah terletak pada parpol pengusung dari PKNU. “Setelah melalui penghitungan ulang, dukungan tersebut tidak memenuhi batas ketentuan minimal, yaitu sebanyak 15 persen,” terangnya.

Pada pasangan Ratna-Pebdi, beber dia, penyebab kegagalannya adalah tidak absahnya dukungan Partai Golkar sebagai partai pengusung. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (P3I) juga menarik dukungannya. Sehingga jumlah dukungan Ratna-Pebdi tidak mencapai 15 persen. “Hal ini merupakan hasil koordinasi dengan KPU Jawa Timur dan KPU pusat, serta hasil verifikasi kepada DPD dan DPP Golkar,” tuturnya.

Hary menegaskan bahwa dalam tahapan pendaftaran cabup tidak ada penarikan dukungan dari parpol tertentu. Namun, yang ada adalah ketidakabsahan dari parpol pendukung. Sementara, perdebatan panjang mengenai waktu pendaftaran Ratna-Pebdi, yang bertepatan dengan waktu penonaktifan Pebdi sebagai Ketua DPD Golkar, akhirnya disepakati bahwa perhitungan waktu yang digunakan adalah berdasarkan tanggal. Bukan berdasarkan jam, seperti yang digunakan oleh KPU selama ini. Hal itu berdasarkan ketentuan dari KPU pusat.

“Yang jelas, kami memilih legal opinion, dalam hal ini di mana keputusan mengenai partai, kami serahkan kembali kepada AD/ART partai, yaitu kepada keputusan DPD provinsi dan DPP,” jelasnya.

Hary menegaskan, pengumuman itu merupakan keputusan komisioner, sehingga tidak bisa diganggu gugat. “Meski keputusan itu tidak menguntungkan bagi beberapa pihak,” ujarnya.

Mengenai masalah ijazah milik Jalal dan Emil yang masih dalam proses pengadilan, Hary menjelaskan, untuk saat ini masalah tersebut tidak mempengaruhi keputusan KPU. Karena sudah ada administrasi, yang menyatakan bahwa itu merupakan satu orang yang sama. Ada juga surat dari Dinas Kependudukan, yang juga menegaskan hal tersebut. “Namun, bila nantinya ada keputusan dari pengadilan, yang menyatakan ketidakabsahan dari ijazah tersebut, secara otomatis cabup yang bersangkutan akan gugur,” tegasnya.

Sementara itu, tim sukses Ratna Ani Lestari dan Pebdi Arisdiawan, akan mengajukan gugatan hukum terhadap KPU. Mereka tidak terima terhadap keputusan KPU, yang tidak meloloskan Ratna-Pebdi sebagai cabup.

Abdul Ghofur, anggota tim sukses pasangan Ratna-Pebdi menyesalkan keputusan yang dikeluarkan oleh KPU. Dia menuding keputusan KPU tidak sah. Karena KPU dianggap terlalu mencampuri urusan internal parpol. Oleh karena itu, menurut dia, saat ini pihaknya sedang berkonsolidasi dan berkoordinasi. “Untuk menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil,” katanya saat dihubungi koran ini, kemarin sore (12/5).

Ghofur yang baru mengetahui keputusan KPU saat dihubungi wartawan koran ini menegaskan, untuk menyingkapi keputusan KPU tersebut, pihaknya akan mengambil tindakan untuk mengajukan gugatan hukum. Waktu pengajuan gugatan itu akan dilaksanakan secepatnya setelah koordinasi selesai dilakukan. “Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,” tegasnya.

Ghofur menambahkan, seharusnya terkait masalah dukungan parpol terhadap pasangan bacabup sudah sah dan sesuai prosedur. “KPU tidak perlu melakukan intervensi apapun,” sergahnya. (mg2/irw)
sumber : radar banyuwangi, 13 mei 2010

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: