jump to navigation

Gus Ipul: Jangan Sakiti Guru Mei 24, 2010

Posted by idayantie in berita di Banyuwangi.
Tags: , , , , ,
trackback

BANYUWANGI – Acara temu akbar anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Banyuwangi yang berlangsung di Gesibu Blambangan, kemarin menjadi ajang kampanye bagi pasangan cabup dan cawabup. Betapa tidak, tiga pasangan cabup-cawabup itu diberi kesempatan menyampaikan visi dan misi di depan ribuan anggota PGRI.

Acara ini terasa istimewa karena dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Saifullah Yusuf. Gus Ipul–panggilan akrab Saifullah Yusuf–datang ke Gesibu bersama cabup Abdullah Azwar Anas. Hadir juga pasangan Jalal-Yusuf Nuris. Cabup lain, Emilia Contessa datang tanpa didampingi wakilnya, HA. Zainuri Ghazali.

Panitia memberikan kesempatan kepada tiga pasangan cabup untuk menyampaikan visi dan misinya. Abdullah Azwar Anas, cabup yang diusung PDIP, PKB, PKS, PKNU dan Golkar, mendapat kesempatan pertama kali menyampaikan visi misinya. Kang Anas naik panggung setelah Gus Ipul menyampaikan sambutannya.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menyampaikan apresisasi atas dedikasi dan perjuangan guru dalam mencerdaskan bangsa selama ini. Ketua Umum GP Ansor itu mengaku jauh-jauh datang ke Banyuwangi untuk menghadiri acara temu akbar yang diselenggarakan PGRI. Dijelaskan, PGRI merupakan bagian dari sejarah suksesnya Gubernur Soekarwo dan Wabup Saifullah Yusuf. Untuk itu, Gus Ipul menyampaikan ucapan terima kasih kepada PGRI dari Gubernur Jatim. “Sedianya Pak De Karwo akan datang namun saat sedang mendampingi kunjungan kerja pimpinan MPR RI di Surabaya,” ungkap Gus Ipul.

Pada kesempatan itu, Gus Ipul berpesan kepada semua pasangan cabup agar tidak menyakit guru. Sebab, kalau sampai menyakiti guru, hidupnya tidak akan tenang. Sebaliknya, pasangan cabup yang ingin sukses dalam pemilukada harus mendapat doa restu dan doa dari kalangan guru.

Gus Ipul secara khusus meminta Anas yang hadir bersamanya, untuk meminta restu dan dukungan kalangan guru untuk bisa menjadi pemenang. “Guru mendukung, insyallah menang,” tegasnya.

Kepada kalangan guru, Gus Ipul juga meminta agar PGRI menitipkan pesan kepada cabup. Salah satu pesan penting yang harus disampaikan kepada cabup adalah jangan membuat kebijakan yang membuat resah kalangan guru. Sebab, kalau bupati membuat kebijakan yang meresahkan, guru akan menggelar demo. Saat guru menggelar demo, maka yang jadi korban adalah murid. “PGRI harus titip pesan kepada Azwar Anas agar tidak membuat kebijakan yang meresahkan guru jika terpilih,” pintanya.

Pada kesempatan itu, Gus Ipul menyampaikan kabar gembira untuk guru. Saat ini, pemerintah sedang merancang program untuk meningkatkan kesejahteraan semua guru. Salah satu program yang sedang digagas gubernur bersama dengan Presiden adalah pemberian gaji minimal pada semua guru. “Gaji minimal guru adalah Rp 2 juta. Tapi baru digagas, belum jadi keputusan,” tegasnya.

Selesai Gus Ipul memberikan sambutan, ganti Anas menyampaikan visi dan misinya. Salah satu komitmen Anas jika terpilih menjadi bupati adalah pengembalian UPTD Pendidikan. “Tidak usah menunggu 100 hari, setelah dilantik saya langsung ajukan revisi perda ke DPRD untuk mengembalikan UPTD pendidikan,” janji Anas.

Pengembalian UPTD itu, kata Anas, dalam untuk memaksimalkan fungsi pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Penempatan tugas-tugas UPTD dibawah camat, terbukti tidak efektif. Ke depan, lanjut Anas, bukan guru yang butuh bupati namun bupati yang butuh guru untuk menyukseskan programnya di bidang pendidikan. Karena bupati dan guru, harus mampu membangun kerjasama yang sinergi untuk memajukan pendidikan Banyuwangi. “Kita akan terus menerus berdialog dengan guru untuk sukses pembangunan pendidikan,” kata Anas.

Di akhir penyampaian visi dan misinya, secara khusus Anas meminta dukungan dan doa dari keluarga besar PGRI. Tanpa dukungan PGRI, kata Anas, perjuangannya tidak akan berarti apa-apa. Setelah Anas, giliran cabup Jalal menyampaikan visi dan misinya. Dalam kesempatan itu, cabup yang diusung Partai Demokrat (Jalal-Yusuf Nuris) ini juga memberikan komitmen untuk kemajuan pembangunan pendidikan. Terakhir, Emilia Contessa menyampaikan visi dan misinya. Ketiga pasangan cabup sama-sama mendapat sambutan luar bisa dari kalangan guru yang hadir.

Ketua PGRI Husin Matamin mengatakan, acara temu akbar itu salah satu tujuannya menyukseskan pelaksanaan pemilukada. Tiga pasangan cabup, sengaja dihadirkan untuk menyampaikan visi dan misi. Tujuannya agar anggota PGRI bisa memilih cabup yang layak untuk dipilih. Yang menarik, Husin berharap KPU agar tidak menambah pasangan cabup. “Cukup tiga pasang saja. Jangan tambah lagi calon,” pintanya. (afi/aif)

Sumber : Radar Banyuwangi, 24 Mei 2010

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: