jump to navigation

Ratna Gugat KPU Rp 10 M Mei 24, 2010

Posted by idayantie in berita di Banyuwangi.
Tags: , , , ,
trackback

Sidang Perdana Digelar 8 Juni Mendatang

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari tampaknya harus sabar menunggu lebih lama terkait gugatannya yang akan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Sebab, PN tidak bisa cepat menyidangkan karena terkendala proses administrasi pemanggilan tergugat.

Humas PN Banyuwangi I Made Sutrisna mengatakan, gugatan Bupati Ratna baru bisa disidangkan paling lama tiga minggu. Sidang gugatan itu lama, karena beberapa pihak yang tergugat berada di wilayah hukum PN Jakarta Pusat.

Untuk menghadirkan tergugat yang tinggal di wilayah hukum PN Jakarta, pihaknya harus menggunakan prosedur baku yang ada di internal PN. Saat ini, pihaknya sudah memproses pemanggilan para tergugat. Untuk tergugat yang tinggal di Jakarta, pihaknya tidak bisa melakukan pemanggilan sendiri tapi harus melalui PN Jakarta Pusat.

Sesuai prosedur baku di lingkungan PN, pemanggilan terhadap tergugat KPU pusat harus melalui delegasi pemanggilan. Pemanggilan kepada KPU pusat sebagai tergugat, harus dikirim PN Banyuwangi ke PN Jakarta pusat. “Di PN Jakarta pusat, surat pemanggilan itu diproses untuk pemanggilan. Setelah itu, baru kemudian di kirimkan lagi ke PN Banyuwangi,” ungkapnya.

Meski sidang gugatan masih lama, namun PN sudah membentuk majelis hakim yang akan menyidangkan gugatan perdata tersebut. Ketut Tirta ditunjuk sebagai ketua majelis hakim. Sedangkan anggota majelis hakim terdiri Achmad Satibi dan Widarti. Dasar gugatan Ratna adalah perbuatan melawan hukum seperti yang diatur dalam pasal 1365 KUHperd.

Penggugat merasa dirugikan oleh perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh tergugat. Karena merasa dirugikan, maka penggugat menuntut ganti rugi sebesar Rp 10 miliar. “Secara formil materil, majelis hakim yang memiliki kewenangan untuk menilainya,” jelas Mades Sutrisna.

Ketua KPU Banyuwangi Syamsul Arifin mengatakan, pihaknya siap menghadapi gugatan perdata yang disampaikan Ratna tersebut. Meski demikian, hingga kemarin KPU belum memiliki persiapan apa pun untuk menghadapi gugatan Ratna. Bahkan, Syamsul mengaku belum menunjuk kuasa hukum untuk menghadapi gugatan tersebut.

Syamsul optimistis gugatan tidak akan diterima pengadilan. Sebab, keputusan KPU terkait dengan pasangan cabup dan cawabup sudah dilakukan berdasarkan UU dan peraturan yang berlaku. “Anggaran pengacara sudah ada, namun kita belum menunjuk pengacara. Tenang saja,” ujarnya enteng.

Diberitakan sebelumnya, gara-gara tidak lolos dalam penetapan cabup-cawabup, Ratna Ani Lestari melalui kuasa hukumnya, Mohammad Asrun, mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Pihak yang digugat adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi (tergugat I), KPU Jawa Timur (Tergugat II), dan KPU Pusat (tergugat III). Gugatan tersebut telah diregister dengan nomor 57/PDT.G/2010/PN.BWI. (afi/aif)

sumber : Radar Banyuwangi, 24 Mei 2010

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: