jump to navigation

Al-Qur`an tentang Ilmu Pengetahuan ( Bagian 2: Kata Al-Qur`an tentang Fisika ) Juli 18, 2010

Posted by idayantie in Pendidikan.
Tags: ,
trackback
Afwan sebelumnya, bagi Sahabat yang belum membaca artikel ini dari bagian pertama, silakan untuk membaca artikel sebelumnya. Syukran, ,jazakallah.

***

“Subhanallah, alhamdulillah, laillahailallah, allahuakbar!”, kembali rasanya diri ini untuk senantiasa berdzikir kepada Allah yang Maha Kuasa, dan benar-benar membuktikan kekuasaannya lewat kalam-Nya yang tentunya termaktub dalam Al-Qur’an, dimana Al-Qur’an ternyata telah membeberkan begitu banyak teori ilmu pengetahuan yang beru-baru ini ditemukan oleh ilmuan-ilmuan, sekaligus membuktikan bahwa Al-Qur’an ini benar-benar kalam-Nya dan bukan karangan seseorang yang kita kenal Muhammad saw. belaka.

***

Perhatian. Ini hanyalah sebagian kecil mujizat-mujizat Al-Qur’an terutama dari segi ilmu pengetahuan dari sekian banyak mujizat lainnya. Hanya untuk saling berbagi, membuktikan, juga memberi tahu. Resapi, jangan terheran, jangan terkaget. Inilah bukti otentik nyata itu. 14 abad yang lalu dan baru terungkap kemarin di abad 20 oleh para ilmuwan.

***

I. Kata Al-Qur’an Tentang Fisika

Siapa yang ga suka sama ilmu yang satu ini? Fisika! Pasti dengernya aja udah ngebuat otak pusing ga karuan iya ga ^^? Tapi subhanallah, ternyata ilmu yang katanya ‘paling pusing dan membingungkan’ ini ternyata diberitakan sebelumnya oleh Al-Qur’an 1400 tahun yang lalu. Tentunya membuktikan bahwa kita suci itu diturunkan langsung oleh Dia yang Maha Mengetahui dan bukan karangan nabi Muhammad saw. belaka. Coba simak dan perhatikan:

a. Teori Partikel Proton Oleh E. Goldstein Dan Partikel Elektron Oleh J. J. Thomson

Seperti yang kita tahu, struktur terkecil dari pembentukan alam semesta adalah atom. Dan subhanallh, tidak sampai disana saja, ternyata atom masih dapat dibagi kembali menjadi proton, bagian atom yang bermuatan positif dan elektron, bagian dari atom yang bermuatan negatif, selain neutron, bagian atom yang bermuatan netral.

Dan selama setengah abad lebih yang lalu kita hanya percaya bahwa atom hanya terbagi menjadi proton yang ditemukan ilmuan bernama E. Goldstein dan neoutron yang ditemukan oleh Ernest Rutherford. Hingga akhirnya J. J. Thomson, seorang fisikawa menemukan partikel elektron.

Dan itu telah diberitakan sebelumnya jika oleh Al-Qur’an jika Thomson memperhatikan bahwa:

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (QS Yaasin [36]: 36)

Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933.

Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”

Subhanallah… sungguh Dia yang memegang kekuasaan alam semesta.

b. Teori Relativitas Oleh Albert Einstein

Merupakan rahasia umum bahwa ini merupakan sebuah master piece dari seorang ilmuan berkebangsaan Jerman bernama Albert Einstein, dimana berkat penemuan menakjukannya yang dapat mencengankan seluruh isi dunia tersebut, Einstein mendapat sebuah gelar sebagai manusia paling jenius yang pernah ada.

Teori ini menjelaskan kita tentang sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein, secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas. Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Dalam sejarah manusia, tak seorang pun mampu mengungkapkan fakta ini dengan jelas sebelumnya. –pasti Sahabat pusing, ga ngeti maksudnya? –

Mudahnya, kita analogikan teori ini dengan sebuah cerita:

1. Jika ada manusia yang pergi dan kemudian tinggal di planet Merkurius –planet yang paling dekat dengan matahari– dan planet Neptunus –planet yang paling jauh dari matahari–, kemudian kita bandingkan akan menghasilkan data bahwa –data diambil jika Bumi merupakan ukuran normal–:

1. Manusia yang tinggal di Merkurius, akan awet muda dan usianya akan tidak mudah bertambah daripada manusia yang tinggal di Bumi. Karena Merkurius lebih cepat pergerakan rotasi dan revolusinya daripada Bumi dan Neptunus.
2. Dan manusia yang tinggal di Neptunus, akan cepat tua dan usianya akan mudah bertambah daripada manusia yang tingla di Bumi. Karena Neptunus lebih lambat pergerakan rotasi dan revolusinya daripada Bumi dan Merkurius.

2. Artinya jika ada manusia yang bergerak cepat melebihi atau sama dengan kecepatan cahaya akan menyebabklan usia yang akan lebih awet muda daripada manusia yang lebih lamban bergerak.

Dan itu telah dibuktikan oleh sebuah rumus: E = MC2 yang telah dikemukakan oleh Einstein.

Tapi ada perkecualian; Al Qur’an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif! Sejumlah ayat yang mengulas hal ini berbunyi:

“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.” (QS Al-Hajj [ 22]: 47)

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS As-Sajdah [32]: 5)

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.” (QS Al-Ma’aarij [ 70]: 4)

Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama:

“Allah bertanya: ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab: ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman: ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui’.” (QS Al-Mu’minuun [23]: 122-114)

Coba perhatikan ayat-ayat tersebut dengan seksama. Jika Sahabat jeli, ayat tersebut memberikan informasi secara tersirat yang akhirnya dikemukakan oleh Einstein 1400 tahun kemudian.

Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur’an, yang mulai diturunkan pada tahun 610 M, adalah bukti lain bahwa Al Qur’an adalah Kitab Suci. Sungguh Dia Maha Jenius daripada Einstein.

c. Teori Besi Bukan Unsur Yang Bersumber Dari Planet Bumi

Seperti yang kita tahu bahwa unsur Fe dalam kimia atau yang lebih kita kenal sebagai besi adalah sebuah unsur pembentuk yang ada di bumi. Dan subhanallah besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al-Qur’an. Dalam Surat Al-Hadiid, yang berarti “besi”, kita diberitahu sebagai berikut:

“…Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia,…” (QS Al-Hadiid [ 57]: 25)

Kata “anzalnaa” yang berarti “kami turunkan” khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.

Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan.

Subhanallah, selama ini kita meyakini bahwa besi merupakan salahsatu unsur pembentuk bumi, ternyata semua itu salah atas landasan sebuah teori yang ternyata telah terungkap sebelumnya, 1400 tahun yang lalu.

***
Sekilas mujizat Al-Qur’an dalam satu hal, yaitu ilmu pengetahuan. Dikala ilmu pengetahuan masih minim, belum ditemukannya teori-teori yang terungkap dari seorang ilmuwan, disaat itu pulalah, 1400 tahun yang lalu, Al-Qur’an sebuah kitab master piece maestro dari ‘Sang Pengarangnya’ telah bercerita kepada kita.

Kembali penulis menantang, “Adakah mujizat ini tertandingi? Adakah kitab lainnya yang seperti ini?”

Maraji’:

E-Book: Harun Yahya – Penciptaan Alam Semesta (From: E-Book Islami 1428 H – ITSAR Production)

Edited:

Bumi Allah, 19 Muharram 1431 H – 5 Januari 2010 M
Annas Ta’limuddin Maulana

[1] Keterangan: Bagian ke-2 dari artikel: ‘Kata Al-Qur’an Tentang Ilmu Pengetahuan (Bagian 1: Kata Al-Qur’an Tentang Astronomi’

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: