jump to navigation

Lima Gaya Menyusui Bayi Agustus 12, 2010

Posted by idayantie in merawat bayi.
Tags: , , , ,
trackback

Jakarta, Bayi memiliki gaya menyusu yang khas dan berbeda dengan bayi lainnya, meskipun bayi tersebut adalah kembar. Ada bayi yang menyusu dengan tenang tapi ada juga yang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Edith Jackson MD, seorang peneliti dari Yale University melakukan studi ini dengan mengamati ratusan bayi menyusu di rumah sakit universitas itu.

Gaya menyusui ini seperti dikutip dari Parenting, Rabu (11/8/2010) telah diakui oleh American Academy of Pediatrics (AAP).

Lima gaya menyusu bayi adalah:

1. Gaya Barracuda
Gaya ini disebut juga dengan ‘Hoover’ atau ‘Little vacuums’. Bayi dengan gaya ini biasanya akan menangkap puting susu (areola) payudara ibu dan mengisap ASI dengan penuh semangat selama 10-20 menit.

Namun biasanya bayi yang menyusu dengan gaya ini akan menimbulkan rasa sakit pada payudara ibunya, karena mulut bayi tidak menempel dengan benar sebelum mulai mengisap ASI.

Untuk mengatasinya cobalah membuat halangan yang baik agar mulut bayi bisa masuk tepat di areola payudara sehingga mengurangi rasa sakit, salah satunya bisa dengan menggunakan jari ibu. Karena jika kondisi ini terus terjadi nantinya dapat merusak payudara. Selain itu cobalah untuk mengganti posisi menyusui sesering mungkin.

2. Bayi terlalu bersemangat
Seperti berada di dalam situasi yang hiruk pikuk, bayi akan menangkap puting ibunya dengan semangat tapi akan terlepas kembali sehingga membuatnya menjerit. Biasanya bayi dengan gaya ini perlu tenang beberapa kali selama menyusu. Karenanya gaya menyusu ini tidak efektif untuk bayi maupun ibunya.

Untuk mengatasinya cobalah memulai memberikan ASI ketika sudah ada tanda-tanda bayi siap untuk menyusu. Beberapa tandanya seperti melenturkan tangan dan kaki, mencari-cari puting dengan mulutnya, menggerak-gerakknya mulutnya atau memasukkan tangannya ke mulut. Strategi lainnya adalah buatlah suasana menyusu yang tenang dan nyaman untuk bayi misalnya sambil bergoyang atau adanya kontak kulit.

3. Gaya suka menunda (Procrastinator)
Bayi dengan gaya ini biasanya enggan untuk menyusu dan terlihat waktu menyusunya hanya sebentar. Bayi seperti ini mungkin akan terlihat tidak rewel karena lebih banyak tidur dan jarang menangis, tapi orangtua harus memberikan perhatian lebih dan memastikan bayi mendapat nutrisi yang cukup.

Untuk mengatasinya cobalah menawarkan bayi untuk menyusu lebih sering meskipun bayi tidak menunjukkan tanda-tanda kelaparan. Karena bayi sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama menunda makannya. Selain itu semua bayi yang baru lahir memang akan kehilangan berat badannya di awal-awal kehidupan, tapi tidak akan merosot jauh hingga lebih dari 10 persen berat badan lahir.

4. Gaya pencicip makanan (gourmet)
Gaya ini juga dikenal dengan ‘Mouthers’, yaitu bayi yang sering memain-mainkan puting susu ibunya sebelum benar-benar menyusui. Tapi jika ibunya ingin menyusui dengan terburu-buru, maka ia akan berteriak protes. Namun sebagian besar bayi dengan gaya ini akan menyusui secara tenang.

Usahakan untuk mencari waktu menyusui yang panjang sehingga tidak terburu-buru, karena memainkan puting payudara juga akan merangsang hormon yang bertugas memproduksi susu. Jika bayi sudah mulai mengisap susu, maka ia akan tenang menyusu. Usahakan orangtua untuk menikmati kegiatan ini, misalnya sambil membaca majalah atau menonton televisi.

5. Gaya rester
Gaya ini juga dikenal dengan ‘Nipper-Nappers’. Bayi yang memiliki gaya ini biasanya akan menyusu selama beberapa menit, lalu beristirahat dan mulai melanjutkan kembali. Terkadang ada bayi yang tertidur saat menyusu kemudian terbangun untuk menyusu kembali. Gaya menyusu ini memang bisa membingungkan sang ibu dan tidak bisa terburu-buru.

Untuk mengatasinya ibu tidak perlu mengganti payudara setiap kali bayi berhenti menyusu, karena payudara akan memberikan tanda jika memang harus diganti atau sudah terasa penuh. Ibu juga bisa menggunakan tangan untuk memompa susu ke mulut bayi setiap kali bayi mulai melambat hingga terdengar suara bayi menelan.

(ver/ir)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: