jump to navigation

Temu Akbar Guru se-Banyuwangi Desember 24, 2010

Posted by idayantie in tulisanku.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

Dalam rangka memperingati Ulang Tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) ke 65 dan Hari Guru Nasional 2010, Lebih dari 5000 guru se Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur menggelar Temu Akbar di Taman Blambangan Banyuwangi, Senin (20/12/2010).

Dalam temu akbar yang digelar mulai pukul 14.00 WIB itu, ribuan guru dari berbagai sekolah se Kabupaten Banyuwangi meminta kepada bupati Banyuwangi untuk membuka kembali UPTD yang telah dimatikan sejak pemerintahan bupati Ratna Ani Lestari yang lalu. Temu akbar guru yang dihadiri ribuan guru se Kabupaten Banyuwangi tersebut berlangsung sangat meriah ini dihadiri langsung oleh Bupati Abdullah Azwar Anas dan Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, serta Ketua PGRI Jawa Timur, Moedjiarto. (Cahayaedukasi.com)

Dalam kesempatan tersebut, PGRI Banyuwangi meminta kepada Bupati Banyuwangi untuk segera mengembalikan UPTD bagi guru yang sekarang dikelola oleh kecamatan. Serta meminta kepada Pemkab Banyuwangi untuk lebih memperhatikan guru honorer dan GTT (Guru Tidak Tetap) yang nasibnya hingga kini masih belum jelas.

Ketua PGRI Kabupaten Banyuwangi, Husein Matamin mengajak ribuan guru untuk meningkatkan profesionalitas kerja dan kompetensi guru. Sehingga nantinya guru dapat benar-benar dihargai oleh masyarakat dan bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Husein Matamin juga meminta kepada seluruh guru di kabupaten Banyuwangi untuk mendukung program kerja dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, untuk menuju Banyuwangi yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, PGRI Kabupaten Banyuwangi juga memberikan penghargaan terhadap 6 guru yang dinilai memiliki dedikasi tinggi terhadap PGRI. Penghargaan terhadap guru yang berdedikasi tinggi ini berdasarkan SK Pengurus PGRI Banyuwangi, tentang guru berdedikasi tinggi. Dua diantara 6 guru yang mendapatkan penghargaan dari PGRI ini, ialah Suciati dan Harno, keduanya guru tidak tetap SDN 4 Gombengsari Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Husein Matamin mengatakan bahwa penghargaan tersebut diberikan karena mereka mau mendidekasikan dirinya bagi dunia pendidikan, meskipun gaji mereka hanya 100 ribu rupiah perbulannya.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam pidatonya menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2011 mendatang, akan mengembalikan UPTD Pendidikan yang selama ini dihapus dan dijadikan satu dengan kantor kecamatan.

Janji Anas kepada para guru ini, akan direalisasikan bersamaan dengan pembentukan UPTD Kesehatan di masing-masing kecamatan. Anas menambahkan, pengembalian UPTD yang masih dalam proses penggodokan di tingkat eksekutif dan legislatif ini, juga menunggu orang yang tepat nantinya untuk ditempatkan di UPTD Pendidikan dan Kesehatan. Hal ini mengingat saat ini masih belum ada orang yang dinilai cocok untuk ditempatkan di UPTD Pendidikan maupun UPTD Kesehatan.

Anas menambahkan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi nantinya akan memberikan penghargaan kepada guru tidak tetap yang sudah berjasa kepada dunia pendidikan. Serta akan lebih memperhatikan nasib para guru tidak tetap yang saat ini masih belum diangkat menjadi pegawai negeri sipil.

Yang menarik pada akhir acara temu akbar guru se-Banyuwangi itu, saya mendapatkan satu kehormatan (ehh..apa kebetulan yah..??) dapat bersalaman sekaligus berfoto bersama dengan orang nomor satu di Banyuwangi, yaitu Bapak Bupati Abdullah Azwar Anas. Mimpi apa yah..tadi malam kok bisa-bisanya saya bisa berfoto bersama dengan Bapak Bupati. Tidak pernah terbayangkan bahwa saya akan dapat berfoto dengan pejabat tertinggi di sini. Alhamdulillah…rasanya senang sekali. Ya, mungkin hanya saat itu saja tapi lumayanlah bisa buat kenang-kenangan dalam hidupku.

Meskipun untuk bisa berfoto itu membutuhkan perjuangan yang diluar biasa, maklumlah namanya saja seorang Bupati pasti membawa pengawal-pengawal yang jumlahnya cukup banyak dan kurang bersahabat (bhs jawa: sangar dan kereng) terhadap saya. Karena saya ini hanya orang biasa. Meski demikian,  hebatnya Pak Bupati ini orangnya sangat bersahabat dengan siapa saja. Tebar senyuman, sabar dalam menghadapi warganya, bahkan bercanda dengan melontarkan guyonan, “kok saya kayak selebritis ya, diminta foto-foto terus”. Selesai acara foto-foto, Pak Bupati masih menghadapi para wartawan yang akan mewawancarainya. Saya pun akhirnya bisa tersenyum puas, karena bisa berfoto dan bersalaman dengan Pak Bupati sambil berharap semoga masih ada kesempatan untuk berfoto bersama lagi entah kapan……

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: