jump to navigation

Telisik Tulisan Si Dia, Dari Hobi Sampai Urusan Ranjang (2) Januari 17, 2011

Posted by idayantie in keluarga.
Tags: , ,
trackback

Tulisan ini naik ke kanan atas, menandakan orang yang ambisius (Foto: Astrid Isnawati)

Yuk, Analisis Tulisan Sendiri!

Jika Anda penasaran dengan analisis tulisan sebagai gambaran karakter, tak ada salahnya menganalisis sendiri. Berikut beberapa pola dasar yang bisa digunakan.

1. Ukuran dan proporsi tulisan: Ini menggambarkan penguasaan terhadap dirinya sendiri sekaligus penghargaan, bisa dilihat dari besar kecilnya tulisan. Jika kecil, maka orang ini sangat berkonsentrasi namun kurang percaya diri. Jika hurufnya besar-besar, artinya penulis percaya diri dan fleksibel menghadapi persoalan.

2. Margin: Ini menggambarkan toleransi juga harapan pada diri sendiri. Jika margin sama, artinya orang ini memiliki disiplin yang baik namun tidak suka dengan kesalahan. Jika margin naik turun? Berarti penulis adalah orang yang spontan dan kurang bisa mengatur hidupnya.
3. Spasi:

  • Spasi huruf: Jika jaraknya dekat, maka kemampuan bersosialisasinya baik.
  • Spasi kata: Jika jaraknya dekat maka orang ini tak takut untuk menerima perubahan.
  • Spasi baris: Jika jarak antarbarisnya sama, maka orang ini percaya diri.

4. Kemiringan huruf: Ini menggambarkan emosi dan kepribadian. Jika tegak berarti orangnya praktis, tidak emosional, dan mampu menyembunyikan permasalahan namun kurang spontan. Jika miring ke kanan, artinya supel. Namun jika kemiringannya terlalu ekstrim ke kanan, maka orang ini sulit menahan perasaannya. Jika terlalu miring ke kiri, tandanya orang ini egois dan tak suka mengumbar perasaannya.

Peletakkan titik diatas huruf sangat tepat, sehingga penulis berkarakter teliti (Foto: Repro Romy Palar)

Banyak Manfaat

Selain untuk mengetahui karakter pasangan dan calon pasangan, masih banyak lagi manfaat grafologi. Di antaranya:

  • Mengetahui bagaimana calon pasangan berinteraksi dengan keluarga besar.
  • Dengan mengetahui karakter pasangan, konflik di masa depan bisa diminimalisir.
  • Mengetahui kecenderungan emosional pasangan.
  • Menambah rasa percaya diri ketika memutuskan mengarungi bahtera rumah tangga.
  • Meminimalisir ego masing-masing pasangan.
  • Mengetahui orientasi seksual pasangan.

Astrid Isnawati

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: